TOP 5 : Bisma Karisma

Alunan Nusantara Top 5 kembali hadir! Pada kesempatan kali ini, kami memilih salah satu personel dari salah satu boyband top di Indonesia, yaitu Bisma Karisma dari grup SM*SH!

Bisma Karisma merupakan personel dari boyband SM*SH yang pada tahun 2010-an sangat merajai industri musik Indonesia. Lagu-lagunya seperti I Heart You, Senyum Semangat, atau Inikah Cinta (Cover dari M.E) menjadi favorit pendengar pada masa-masa tersebut. Pada tahun 2020 lalu, Bisma merilis album baru dari proyek solonya yang bertajuk Yang Suri.

Kali ini, Alunan Nusantara akan menghadirkan apa saja 5 lagu Indonesia favorit dari Aa Bisma. Penasaran? Cusss langsung kita bahas!

  • Guruh Sukarno Putra – Aku Bermimpi

Pada tanggal 12, 13, 14, dan 16 September 1980, Guruh Sukarno Putra menghelat sebuah pergelaran yang diberi judul Untukmu Indonesiaku. Pergelaran ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya Guruh pernah menggelar pergelaran pada tahun 1979.

Pergelaran ini menghadirkan berbagai macam drama, tari, dan tentunya musik. Musik dalam pergelaran ini pun bermacam-macam, mulai dari lagu-lagu yang dinyanyikan penyanyi papan atas, hingga nyanyian-nyanyian pengiring babak-babak dalam drama. Salah satunya adalah lagu yang berjudul Aku Bermimpi.

Aku Bermimpi merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang keindahan serta kejayaan Indonesia. Namun sayang, semua itu hanya ada di dalam mimpi si penyanyi. Maka, si penyanyi lantas bertekad untuk menciptakan Indonesia sesuai dengan apa yang ia rasakan di dalam mimpinya.

Untuk urusan musikal, lagu ini diciptakan oleh Guruh Sukarno Putra, dinyanyikan oleh Fahmi Latukonsina, diaransemen oleh Franky Raden, serta dibantu dengan pemain musik dari Orkestra Filharmonika Tokyo dan paduan suara dari Serdam Rohani pimpinan Ronald Pohan.

  • Slank – Jinna (dalam Pelarian)

Pada tahun ’90-an, ada sebuah gang yang kelak melahirkan serta mempopulerkan musik rok pada periode tersebut. Gang tersebut dikenal dengan nama Potlot, yang kelak melahirkan orang-orang penting seperti Kaka, Bimbim, serta kawan-kawannya di Slank, Flowers Band, Oppie Andaresta, Anang Hermansyah, dan masih banyak lagi.

Salah satu karya terbaik yang lahir dari gang tersebut adalah album “Minoritas”dari Slank yang memuat lagu Jinna (dalam Pelarian) di dalamnya. Pada album tersebut, Slank masih diperkuat dengan musisi-musisi pada periode awal Slank berdiri, seperti Bongky, Pay, dan Indra, sebelum akhirnya mereka dipecat dari Slank untuk membentuk grup sendiri.

Lagu ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Jinna yang menjadi korban ketidakharmonisan keluarganya. Dalam lagu tersebut, diceritakan bahwa Jinna pada akhirnya akrab dengan kehidupan serta carut marutnya pergaulan bebas di jalanan.

  • Tetty Kadi – Keheningan

Tetty Kadi merupakan penyanyi wanita yang namanya cukup harum pada era ’70-an. Selain dikenal sebagai penyanyi, ia juga dikenal masih memiliki hubungan saudara dengan pencipta lagu ternama, Aloysius Riyanto, alias A. Riyanto.

Memasuki akhir ’70-an, Tetty Kadi bergabung ke Musica Studio’s. Salah satu albumnya yang ia rilis bersama label tersebut adalah album “Vol. 2”yang memuat lagu ciptaan A. Riyanto berjudul Keheningan.

Lagu ini sangat kental dengan nuansa A. Riyanto. Syair lagunya yang romantis serta aransemen musik yang manis menjadi ciri khas dari karya-karya ciptaannya. Termasuk lagu ini.

  • Keenan Nasution – Cakrawala Senja

Keenan Nasution merupakan musisi dari skena Pegangsaan yang tenar berkat lagu Nuansa Bening dari album Di Batas Angan-Angan yang dirilis pada tahun 1978 oleh Duba Records. Selain lagu tersebut, ada satu lagu yang cukup menarik telinga pendengar, yaitu sebuah lagu yang berjudul Cakrawala Senja.

Lagu Cakrawala Senja diciptakan oleh Fariz RM dan Iman RN dan diaransemen secara apik dan manis oleh Addie MS yang sekaligus memainkan alat musik piano, synthyesizer Roland-2000 serta synthorchestra, yaitu sebuah synthesizer dengan modifikasi suara orkestra. Selain itu, Keenan Nasution juga ikut mengisi sebagai pemain synthesizer Roland-2000, vibraphone, dan strings MLD.

  • Harry Roesli – Opera Ken Arok Babak II Bagian, Pt. 5

Pada tahun 1977, Harry Roesli, seniman asal kota Bandung membuat sebuah gebrakan dengan membuat acara sebuah opera yang diberi judul Rock Opera Ken Arok. Diberi judul demikian karena opera yang berdurasi kurang lebih 45 menit ini menggabungkan teater dengan musik rock.

Di dalam versi kaset dan CD (reissue oleh Lamunai Records), opera ini dibagi menjadi 2 bagian, yang diberi judul Babak I dan Babak II. Namun dalam versi digital, album ini dibagi menjadi 8 bagian, yang terdiri dari 3 bagian dari babak pertama dan 5 bagian dari babak kedua.

Pada bagian terakhir babak kedua, opera memasuki sesi instrumental. Bagian ini dibuka oleh petikan gitar bas yang disusul dengan suara dari bermacam-macam alat perkusi. Bila kalian mendengar album ini lewat kaset atau CD, bagian ini dimulai pada menit 13.19.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s