YOCKIE SURYO PRAYOGO DAN ALBUM SOLONYA

Yockie Suryo Prayogo

Yockie Suryo Prayogo adalah musisi yang dikenal berkat perannya yang berhasil membuat cetak biru bagi musik “Pop Indonesia” bersama kawan-kawannya di bilangan Pegangsaan. Beberapa album yang dianggap menjadi pelopor musik “Pop Indonesia” antara lain Lomba Cipta Lagu Remaja 1977, Lomba Cipta Lagu Remaja 1978, Sabda Alam (Chrisye), dan Badai Pasti Berlalu (Erros Djarot) yang semua album tersebut mengikutsertakan sosok Yockie sebagai pemain kibor dan penata musik.

Selain dianggap sebagai pelopor bagi musik “Pop Indonesia”, Yockie juga dianggap sebagai pencetus “Rock Indonesia”. Anggapan tersebut lahir setelah Yockie bersama God Bless merilis album ketiganya yang berjudul Semut Hitam. Album Semut Hitam yang dirilis pada tahun 1988 berhasil membius seluruh lapisan masyarakat lewat lagu-lagunya yang dekat dan relate dengan keadaan masyarakat di Indonesia. Sebut saja lagu-lagu seperti Kehidupan, Semut Hitam, atau Badut-Badut Jakarta yang topiknya sangat mudah diterima oleh pendengar musik di Indonesia. Hal tersebutlah yang membuat album ini layak dinobatkan sebagai album pelopor musik “Rock Indonesia”.

Di samping kerjasamanya bersama Chrisye atau God Bless, Yockie juga rajin menelurkan album-album solo. Musiknya lebih anti-mainstream dibanding karya-karyanya bersama Chrisye atau God Bless. Lagu-lagunya tak begitu dikenal di khalayak luas. Namun musikalitasnya tidak perlu diragukan lagi karena album solo ini merupakan bentuk idealismenya yang tidak tertuang di album-album kolaborasinya bersama musisi yang ia tangani.

Berikut merupakan ulasan tentang album solo yang pernah dirilis oleh Yockie selama berkarir di dunia musik Indonesia.

  1. MUSIK SANTAI vol. I (PRAMAQUA, 1976)

Pasca era God Bless, Yockie mulai menjajal ranah musik pop lewat album Musik Santai yang terdiri dari tiga edisi. Album ini berisi lagu-lagu versi instrumental dari lagu-lagu yang sedang naik daun saat itu.

Album Musik Santai edisi pertama berisi nomor-nomor instrumental yang sedang naik daun pada awal tahun 70-an. Album ini mempersembahkan versi instrumental dari lagu-lagu lokal seperti Widuri (ciptaan Adriyadie), Doa (Yohannes Purba), Lembah Biru (A. Riyanto), Mungkinkah (M. Sani), Terbuka (Yahya), Jodohku, dan Selamat Berpisah. Sedangkan lagu-lagu luar negeri yang diinstrumentalkan di album ini adalah Don’t Tell Me Stories, Crying In The Chapel, When I Need You, Wind Flowers, dan Yes You Do.

  • MUSIK SANTAI vol. II (PRAMAQUA, 1977)

Memasuki tahun 1977, Yockie yang saat itu telah merekam album Lomba Cipta Lagu Remaja 1977 kembali ke studio untuk merekam album Musik Santai II. Kali ini, ia mengajak Chrisye sebagai vokal latar di beberapa lagu instrumentalnya.

Musik Santai edisi kali ini menempatkan lagu-lagu lokal pada porsi yang lebih banyak. Dari 12 lagu, 8 di antaranya adalah lagu-lagu Indonesia. Lagu-lagu tersebut antara lain Melati (Minggus Tahitoe), Tante Sun (Bimbo), Dalam Kelembutan Pagi (Baskoro LCLR), Sendiri (Titiek Puspa), Tertipu Lagi (Ian Antono), John (Adriyadie), Cinta Putih (Titiek Puspa), dan Kupu-Kupu Malam (Titiek Puspa). Sedangkan lagu-lagu luar negeri yang ia rekam kali ini yaitu Leonny, There’s Nothing Less For Me To Say, When You’re Beautiful, dan Women Song.

  • MUSIK SANTAI vol. III (PRAMAQUA, 1978)

Musik Santai III adalah album Musik Santai edisi terakhir dan bisa dibilang yang terbaik di antara album Musik Santai sebelumnya. Album yang dirilis pada tahun 1978 ini berisi lagu-lagu instrumental dari era Badai Pasti Berlalu dan Lomba Cipta Lagu Remaja 1978 yang saat itu sedang naik daun.

Seperti album Musik Santai edisi sebelumnya, porsi lagu lokal lebih banyak daripada lagu luar negeri. Lagu-lagu lokal yang dibawakan oleh Yockie pada album ini antara lain Kidung (Chris Manusama), Hanya Untukmu (A. Riyanto), Serasa (Erros Djarot, Chrisye), Yang Esa dan Kuasa (Baskoro LCLR), Angin Malam (Erros Djarot, Debby Nasution), Semusim (Erros Djarot, Debby Nasution), Merepih Alam (Erros Djarot, Chrisye), dan Merpati Putih (Erros Djarot).

Sedangkan lagu luar negeri yang Yockie bawakan di album ini hanya 2 lagu saja, yaitu You Are My Everything dan When I’ll Find You. Lalu ada pula satu nomor instrumental yang diberi judul Interlude.

  • MUSIK SAYA ADALAH SAYA (MUSICA STUDIO’S, 1979)

Inilah magnum opus dari  seorang Yockie Suryo Prayogo. Album ini memiliki konsep musik rok yang dipadukan dengan opera dan orkestra yang dipimpin oleh Idris Sardi. Pertunjukan yang diberi judul Musik Saya Adalah Saya ini digelar pada tahun 1979. Hasil dari pertunjukan tersebut selanjutnya direkam untuk dirilis ke dalam format kaset pita dan piringan hitam promo radio.

Album ini didukung oleh banyak sekali musisi kenamaan, di antaranya Chrisye, Fariz RM, Addie MS, Harvey Malaiholo, Rafika Duri, Achmad Albar, bahkan sampai Kasino Warkop DKI pun turut berperan di dalam pertunjukan ini.

Sisi A album ini berisi babak-babak dalam opera Musik Saya Adalah Saya. Diawali dari lagu Balada Lagu Tercinta yang dinyanyikan oleh Bram Manusama, Harvey Malaihollo, Rafika Duri dan Andi Meriem Mattalatta.

Selanjutnya adalah bagian inti dari album ini, yaitu sebuah lagu berjudul Musikku Adalah Aku yang berdurasi 15 menit. Lagu ini menyajikan musik rok-opera diiringi orkestra di bawah pimpinan Idris Sardi. Tak lupa juga pembacaan narasi oleh Sys Ns yang dibawakan sangat baik sekali di setiap perpindahan babaknya. Sesuai dengan judul lagunya, lagu ini menunjukkan bagaimana keresahan seorang Yockie terhadap lingkungan industri musik di Indonesia. Ada yang murah, murahan, dan diperas oleh korporat musik. Pada intinya, Yockie tetap teguh pada musik-musik yang ia ciptakan dan tidak mau tunduk pada keinginan korporat musik.

Sisi A ditutup dengan lagu berjudul Cinderella yang dibawakan sangat apik oleh Kasino Warkop DKI. Secara lirik, lagu ini sangat jelas sekali berisi satir terhadap fenomena sosial yang sedang marak pada saat itu.

Sisi B album ini berisi lagu-lagu yang dibawakan pada pertunjukan ini. Dibuka oleh tembang Angin Malam yang diaransemen ulang menjadi 7 menit!

Dilanjut dengan lagu-lagu Mesin Kota yang dibawakan oleh Achmad Albar, Cakrawala Senja yang dibawakan oleh Keenan Nasution disertai iringan piano dari Addie MS, dilanjut dengan Duka Sang Bahaduri, serta ditutup dengan lagu berjudul Akhir Sebuah Opera.

Seluruh lagu pada sisi B ini dibawakan oleh Badai Band yang terdiri dari Chrisye (gitar bas, vokal), Yockie, Roni Harahap, dan Addie MS (kibor), Odink Nasution (gitar), Keenan Nasution (drum, vokal), dan Fariz RM (drum). Serta iringan orkestra yang dipimpin oleh Idris Sardi.

Bagi ekosistem musik Indonesia, album ini merupakan hal yang baru. Mungkin konsep seperti ini terinspirasi dari Journey To The Centre Of The Earth-nya Rick Wakeman yang dirilis pada tahun 1974. Bagi penulis, Yockie berhasil mengadopsi konsep tersebut sehingga menjadi sesuatu yang dapat diterima di ekosistem musik Indonesia.

  • SABDA ALAM INSTRUMENTALIA (MUSICA STUDIO’S, 1980)

Setelah sukses beratnya album Sabda Alam yang melejitkan nama Chrisye dan Gank Pegangsaan pada tahun 1978, album ini dirilis ulang dalam format album instrumental. Yockie yang didapuk sebagai penata musik untuk album tersebut merilis album instrumental ini di bawah namanya.

Album Sabda Alam versi instrumental tidak memiliki perbedaan yang begitu signifikan dalam segi aransemen musiknya. Bedanya hanya terletak pada vokal Chrisye yang digantikan dengan bebunyian synthesizer yang dimainkan oleh Yockie.

  • TERBANGLAH LEPAS (MUSICA STUDIO’S, 1981)

Terbaik! Satu kata yang dapat menggambarkan album ini! Album ke-2 Yockie yang berjudul Terbanglah Lepas mungkin merupakan tumpahan ide dari sang maestro yang tidak tersalurkan sebelumnya.

Suara synthesizer yang sangat penuh, komposisi aransemen musiknya yang rapih, serta lirik lagu yang ditulis oleh Harry Sabar seolah menjadi trisula utama album ini.

Lagu-lagu seperti Sekitar Kota, Terbanglah Lepas, Kharisma, Oh… Apa Dikata, Tiada Kini Ada Esok, dan Petaka Nostradamus adalah nomor-nomor jagoan yang layak kalian dengar! Untuk ukuran tahun 1981, lagu-lagu yang telah disebutkan di atas mungkin kurang mendapatkan tempat karena aliran musiknya yang anti-mainstream. Antara fusion jazz, musik rok progresif, serta musik pop manis dileburkan menjadi satu seolah menghadirkan warna musik yang baru di Indonesia.

Selain lagu-lagu di atas, Yockie juga menyuguhkan nomor-nomor manis yang syahdu seperti Impian Semusim, Raga, dan Gemuruh yang dinyanyikan duet bersama Indah Soekotjo.

  • BILA DAMAIPUN TIBA (MUSICA STUDIO’S, 1982)

Pada tahun 1981, Yockie pernah merilis karya-karya bernuansa jazzy funk, seperti Lomba Cipta Lagu Remaja 1981 dan album duet Louise & Eben Hutauruk yang berjudul Lain Di Bibir  Lain Di Hati.

Selanjutnya pada tahun 1982, Yockie seolah menerapkan aliran musik tersebut di karya solonya. Hasilnya bisa kalian dengarkan di album Bila Damaipun Tiba yang nuansanya jazzy dan funky!

Album ini mengedepankan bebunyian gitar bas untuk mendapatkan hasil funky yang ciamik! Itulah mengapa pemain gitar bas The Rollies, Oetje F. Tekol, yang didapuk untuk mengisi gitar bas di album ini karena ciri khasnya dalam permainan gitar bas dalam teknik slap.

Lagu-lagu seperti Di Batas Senja, Garis Kenangan, Ayumu, Asap dan Sesak, Satuan Rasa, Laju Bahteraku, dan Gairah Hamba adalah lagu-lagu jagoan penulis untuk album ini. Di lagu-lagu tersebut juga kalian dapat menemukan warna musik yang sangat berbeda dari album-album solo Yockie sebelumnya. Sedangkan lagu-lagu manis di album ini adalah Yang Tulus Darimu dan Bila Damaipun Ada yang ia nyanyikan bersama Indah Soekotjo.

Bagi kalian penikmat musik funk, album ini wajib masuk ke dalam daftar putar kalian!

  • PUNK EKSKLUSIF (MUSICA STUDIO’S, 1983)

“Yock, bikin punk-punk-an, yuk!”

Begitu kurang lebih ajakan yang dilontarkan oleh Harry Sabar kepada Yockie. Saat itu, demam The Police sedang ramai sekali. Yockie bersama kawan-kawannya di Pegangsaan tidak ingin melewati tren musik ini begitu saja.

Akhirnya, lahirlah sebuah album bertajuk Punk Eksklusif yang dirilis pada tahun 1983. Penulis akan mengatakan bahwa inilah album punk generasi awal terbaik yang pernah ada di Indonesia. Berbagai aliran musik punk generasi awal seperti ska, reggae ala The Police tersaji manis di album ini.

Album ini didukung oleh beberapa musisi yahud saat itu, seperti Erros Djarot, Harry Sabar, Fariz RM, Yaya Moektio, dan Ian Antono dari grup God Bless yang memainkan gitar bernuansa ska dan reggae sangat apik.

Dibuka dengan lagu berjudul Punk Eksklusif yang terasa sekali warna musik ska-nya. Jangan lupa juga untuk dengarkan lirik lagunya yang diciptakan oleh Erros Djarot dan Harry Sabar yang sangat menyentil kehidupan anak muda saat itu.

Selanjutnya, nomor-nomor upbeat bernuansa ska dan reggae terus disajikan lewat lagu-lagu Sri Kustinah, Nostalgia SMP, Helikopter, James Bond CW 5, X. O., Judi dan Profesi, Mabuk Kepayang, dan La… Mi… Re… Do… yang menyajikan Erros Djarot dan Harry Sabar sebagai vokalis tamu.

Untuk para penggemar musik ala The Police atau penikmat ska dan reggae, album Punk Eksklusif ini tidak boleh terlewat! Belakangan, sebuah obrolan tentang album ini bisa kalian temukan di kanal YouTube Ngobryls yang dipandu oleh Jimi Multhazam dan Ricky Malau.

  • RESESI INSTRUMENTALIA (MUSICA STUDIO’S, 1983)

Pada tahun 1983, Chrisye kembali berkolaborasi bersama Yockie dan Erros Djarot untuk merilis album berjudul Resesi yang bercorak new wave rock/punk.

Konon pada saat perilisannya, album ini dirilis 2 versi. Versi pertama adalah versi biasa yang kita dengar pada umumnya. Versi lainnya yaitu album dengan aransemen musik yang sama namun tanpa vokal dari Chrisye alias versi instrumental.

Pada album Resesi versi instrumental, Yockie mengambil peranan penting dalam mengolah synthesizer-nya untuk menjadi iringan sepanjang lagu menggantikan vokal Chrisye.

  • SELAMAT JALAN KEKASIH (MUSICA STUDIO’S, 1984)

Album ini boleh penulis katakan sebagai album paling melankolis dari Yockie Suryo Prayogo. Album ini berisi 6 lagu sendu yang manis. Sisanya adalah lagu-lagu yang cukup upbeat seperti Perawan, Rindu Di Hatiku, Elang, dan satu nomor instrumental.

Sedangkan 6 lagu lainnya adalah lagu-lagu sendu seperti Seruni, Belenggu, Dilema, Sepanjang Jalan Hidupku, Angin Malam, dan tentunya hits yang berjudul Selamat Jalan Kekasih.

Fakta unik dari album ini adalah tak lama setelah rilisnya album ini dan lagu Selamat Jalan Kekasih sempat menjadi hits di berbagai radio, Chrisye yang saat itu masih bekerjasama dengan Yockie meminta lagu tersebut untuk dinyanyikan olehnya di album terbarunya. Hasilnya, lagu Selamat Jalan Kekasih dibawakan oleh Chrisye untuk album Metropolitan (1984) dan malah menjadi everlasting hits dari seorang Chrisye. Tidak banyak orang yang mengetahui kalau sebenarnya lagu tersebut lebih dahulu dinyanyikan oleh Yockie.

  • PERJALANAN (MUSICA STUDIO’S, 1985)

Setelah bersendu ria di album Selamat Jalan Kekasih, Yockie kembali menghadirkan nuansa musik rok progresif pada albumnya yang bertajuk Perjalanan.

Sampul albumnya didesain bak sebuah poster yang dilipat-lipat. Didominasi dengan warna merah pada bagian luar dan warna hitam pada sampul bagian dalam. Lalu ada juga karikatur wajah Yockie yang menyambung dengan artwork yang membentuk sebuah jalan sesuai dengan judul albumnya.

Untuk lagu-lagunya, Yockie menyuguhkan lagu-lagu yang variatif. Lagu-lagu seperti Harapan Di Kursi Goyang, Perjalanan Panjang, dan Cita-Cita adalah nomor rock yang Yockie suguhkan di album ini. Tak lupa juga ada peran Ian Antono dan Donny Fattah dari grup rock kenamaan, God Bless, dalam produksi album ini.

Di sisi lain, nomor-nomor manis tetap Yockie sajikan untuk berkompromi dengan selera pasar, seperti Senja Di Bumi Persada, Semalam, Dewiku, dan sebuah tembang manis yang hanya berdurasi 1 menit, yaitu Lola.

Sedangkan lagu-lagu lainnya merupakan lagu-lagu yang menggunakan sentuhan drum elektrik, yaitu lagu Situasi dan Nenek Tercinta.

  • PENANTIAN (MUSICA STUDIO’S, 1986)

Album ini merupakan album terakhir dari Yockie Suryo Prayogo bersama Musica Studio’s, sekaligus menjadi album non-instrumental terakhir di era 80-an setelah sebelumnya produktif dalam merilis album non-instrumental sejak tahun 1979.

Album ini dibuka oleh lagu Percayalah Kasih yang sangat manis dibawakan oleh Yockie bersama Iwan Fals dan Vina Panduwinata yang turut menyumbangkan suaranya di lagu ini. Selain mereka, ada juga Rafika Duri pada lagu Penantian dan Hetty Koes Endang pada lagu Adakah Kau Tahu yang didapuk sebagai vokalis tamu.

Secara konsep, album ini berisi lagu-lagu dengan bobot yang cukup seimbang antara lagu selera pasar dengan lagu yang anti-mainstream. Beberapa lagu anti-mainstream atau lagu-lagu yang “berat” untuk selera pasar yaitu Masa Depan, Hidup di Kota Metropolitan, Hantu, dan Ampun Tuhan yang materinya memang tidak easy listening seperti lagu-lagu lainnya yang ada di album ini.

  • THE SOUND OF INDONESIAN MUSIC (GOLDEN LION, 1986)

Sebelum bergabung kembali bersama God Bless pada tahun 1988 (album Semut Hitam), Yockie yang saat itu menganggur sempat membuat proyek album instrumental dengan teknologi musik digital yang saat itu sedang naik daun di Indonesia.

Album yang diberi judul The Sound Of Indonesian Music ini berisi lagu-lagu instrumental dari lagu-lagu yang pernah menjadi hits di tahun-tahun sebelumnya. Selain diisi oleh Yockie, ada juga pemusik bernama Arie Clayderman dari Irama Mas yang juga turut menyumbangkan permainannya. Album ini terdiri dari 10 lagu, dengan pembagian 3 lagu untuk Arie Clayderman dan 7 lagu untuk Yockie.

Ada satu hal unik dari album ini, yaitu Yockie mengaransemen ulang lagu E, C & Y yang pernah dirilis untuk album Badai Pasti Berlalu. Di album ini, lagu tersebut diubah judulnya menjadi E-Y (“C” yang artinya Chrisye, dihilangkan. Mungkin pasca konflik yang mereka alami pada tahun 1984). Untuk aransemen musiknya, E-Y  terasa lebih groovy dibanding versi Badai Pasti Berlalu yang bernuansa disko.

Berikut adalah daftar lagu dari album ini.

  1. Merpati Putih
  2. Di Dadaku
  3. Mengapa Kau Dusta*
  4. Selamat Jalan Kekasih
  5. Antara Benci dan Rindu*
  6. Antonio’s Song*
  7. Seputih Melati
  8. Bawalah Daku Pergi
  9. E – Y
  10. Aku Tahu

*Arie Clayderman

  • PERJALANAN WAKTU (BRAVO MUSIK, 2015)

Album studio terakhir dari Yockie yaitu Perjalanan Waktu yang ia rilis lewat format digital dan cakram padat (CD). Album ini berisi potongan-potongan lagu yang ia ciptakan dari tahun 2000 sampai 2015. Lagu-lagu yang pada awalnya dibuat untuk melepas rasa bosan ini sempat terpendam dan tidak tahu mau diapakan. Akhirnya, potongan-potongan lagu tersebut dicocok-cocokkan dan menjadi sebuah album yang berisi 13 lagu.

Secara musikal, album ini tetap bercorak progresif. Album ini sama sekali tidak menghilangkan ciri khas Yockie dalam permainan atau soundsound kibor yang ia mainkan.

PENUTUP

Memang tidak mudah membagi waktu untuk menciptakan musik bagi orang lain dan bagi diri sendiri. Namun, Yockie berhasil mengatasinya dengan tetap merilis album solo di tengah-tengah proyek kerjasamanya bersama musisi lain. Uniknya, album solo ini dirilis hampir di setiap tahunnya dari tahun 1976 sampai tahun 1986.

Fakta unik lainnya adalah setiap album solo yang dirilis oleh Yockie memiliki aliran musik yang berbeda-beda. Karir solonya dibuka dengan album-album instrumental (1976-1978), lalu album dengan konsep musik rok-opera dan orkestra (1979), dilanjut dengan album bernuansa musik rok progresif (1981), album bercorak fusion jazz (1982), album beraliran punk rock, ska, dan reggae (1983), pop sendu (1984), 80’s rock (1985), kembali ke pop sendu dan eksperimen musik digital (1986), dan diakhiri dengan album bercorak musik rok progresif (2015). Hal ini membuktikan betapa idealisnya seorang Yockie dalam proyek album solonya.

Akhir kata, penulis persembahkan penggalan syair lagu Musikku Adalah Aku yang dirilis pada tahun 1979 dalam album Musik Saya Adalah Saya sebagai penutup tulisan kali ini.

“Akan ‘ku miliki hari-hari indah ini

‘Kan ‘ku cipta dari ragaku

Jangan sentuh kulit pasar musikku

Biarlah bunyi halus memacu.”          

– Yockie, 1979.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s