Album Rekomen: HARRY SABAR – LENTERA

Sebuah situs bernama Planet Mellotron dikejutkan dengan adanya musisi asal Indonesia yang pernah menggunakan alat musik mellotron di satu album penuh! Pengelola situs yang mengulas lagu atau album yang memakai alat musik mellotron ini terkagum-kagum sekaligus terheran-heran. “Dari mana musisi ini dapat mengakses mellotron dan dari mana referensi yang musisi ini dapatkan sehingga dapat mengolah mellotron sebaik mungkin?” Kurang lebih begitu yang ditulis oleh pengelola situs tersebut.

Ya, Harry Sabar telah lama menjadi perbincangan pengamat musik di Indonesia maupun di dunia. Selain karyanya yang berjudul Licik yang telah membuat geger pengamat musik, album debut beliau yang berjudul Lentera pun tak luput dari komentar para penikmat serta pengamat musik. Dari segi aransemen musik, pendengar akan dibuat kagum dengan kemampuan Harry Sabar dkk. yang dapat mengolah alat musik mellotron sedemikian rupa sehingga cocok dimainkan untuk lagu Indonesia. Harry Sabar dkk. pun berhasil mengolah bermacam-macam bebunyian synthesizer dan alat musik lain dalam satu hasil yang rapih dan sempurna. Pemilihan akor lagu-lagunya pun dinilai tidak biasa untuk zaman itu. Sedangkan dari segi syair, pendengar akan dikejutkan dengan pemilihan kata serta tema lagu yang tidak biasa dan sulit dimengerti. Karena hal tersebut, banyak pendengar yang pada akhirnya menobatkan album ini sebagai salah satu album Indonesia terbaik sepanjang masa.

Penasaran bagaimana ulasan untuk album yang dahsyat ini? Simak selengkapnya di bawah ini.

SAMPUL ALBUM

Sampul album Lentera adalah salah satu sampul album di Indonesia yang memiliki fakta unik. Fakta uniknya adalah sampul album ini memiliki dua versi berbeda.

sampul album Lentera

Versi pertama sampul album Lentera mengusung aliran yang biasa dipakai oleh sampul grup musik progressive rock di luar sana, yaitu mengedepankan estetika dengan tampilan yang rumit. Sampul versi pertama ini diberi warna hijau serta adanya variasi font huruf yang rumit, artwork yang mencolok, nama-nama musisi yang terlibat, serta 3 potret wajah Harry Sabar yang menghadap ke arah yang berbeda. Tampilan seperti ini dianggap rumit di zamannya. Terutama pada penulisan nama Harry Sabar yang terdiri dari garis-garis yang saling menyambung. Ujung dari garis-garis tersebut membentuk simpul pita yang sedang diikat dengan burung merpati. Hmm… cukup rumit ya!

sampul album Lentera versi kedua

Sedangkan versi kedua sampul album Lentera merupakan siasat dari label rekaman yang menaungi Harry Sabar. Label menganggap sampul versi pertama cukup rumit sehingga tidak menarik minat pembeli. Alhasil, label menyiasati hal ini dengan mengubah tampilan sampul album ini menjadi lebih simpel. Tampilannya diubah menjadi warna hitam disertai gambar petromaks lilin dan tampilan font yang lebih simpel dan mudah terbaca.Dan ternyata, tampilan sampul versi kedua ini adalah tampilan yang serupa dengan album kompilasi dari artis mancanegara yang bernama Paul Mauriat. Hmm… ada-ada saja ya siasat dari label!

sampul album Paul Muriat

ULASAN LAGU

SIDE A

  1. LENTERA

Album Lentera dibuka dengan lagu yang dianggap sebagai all time hits-nya Harry Sabar, yaitu lagu yang berjudul Lentera. Lagu ini dibuka dengan permainan piano dan mellotron yang dimainkan oleh Marusya Nainggolan dan Debby Nasution dengan sangat megah dan berkelas. Alunan piano bercorak klasik dari Marusya Nainggolan terasa sangat tepat diiringi dengan suara mellotron dari Debby Nasution yang seolah seperti kelompok paduan suara yang membuka sebuah pertunjukan. Lagu pembuka ini cukup memberi gambaran bagi lagu-lagu berikutnya yang ada di album ini, khususnya dari segi syairnya yang puitis dan menggunakan diksi kata yang jarang dipakai dalam sebuah lagu, karakter vokal Harry Sabar yang tinggi, dan aransemen musiknya yang didominasi oleh bebunyian piano dan synthesizer.

2. KALA DAUN BERGUGURAN (this song dedicated to Debby Nasution)

Di lagu ke-2, Harry Sabar masih memberikan sajian lagu bertempo lambat. Kala Daun Berguguran memiliki tema lagu yang cukup unik. Lagu ini menceritakan tentang bagaimana perasaan Harry Sabar ketika ia ditinggalkan oleh sahabatnya yang sangat ia cintai. Lalu apa hubungannya dengan Debby Nasution yang ketika itu sedang dalam masa keemasannya? Ternyata lagu ini merupakan bentuk terima kasih serta kenang-kenangan dari Harry Sabar untuk Debby Nasution bila sewaktu-waktu ia pergi meninggalkan dunia ini. Menurutnya, lagu ini saat itu diciptakan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi serta karya-karya Debby Nasution bila nanti telah tiada.

3. KITARAN WARSA

Setelah dibuka dengan 2 lagu bertempo lambat, di lagu ke-3 ini Harry Sabar memberi pendengar sebuah lagu dengan nuansa yang ceria. Lagu ini menceritakan tentang kejadian-kejadian yang ada di sekitar kehidupan manusia seperti kehidupan di pasar, proses manusia dalam mencari nafkah, dan kehidupan yang harus terus diarungi di tengah tantangan-tantangan yang melanda. Permainan piano Debby Nasution pada pembuka lagu sangat pas dengan isi lagu, karena seolah menggambarkan proses munculnya matahari sebagai tanda pembuka hari. Di akhir lagu, pendengar akan dikejutkan dengan tarikan vokal  Harry Sabar yang sangat tinggi sekali!

4. LAZUARDY

Lewat judulnya saja, pasti sudah tertebak kalau lagu ini merupakan lagu yang manis dan indah. Lazuardy dibuka dengan suara deburan ombak di pantai, disusul dengan suara alat musik harpsichord yang dimainkan oleh Addie MS. Secara keseluruhan lagu ini menggambarkan tentang keindahan serta keagungan alam. Lagu ini memiliki aransemen yang sangat pas dengan tema lagunya. Iringan synthesizer yang dimainkan oleh Addie MS bak orkestra yang mengiringi sebuah lagu dengan megah. Hal ini membuktikan kepiawaian Harry Sabar dan Addie MS dalam mengolah lagu sedemikian rupa sehingga menghasilkan aransemen musik yang sangat manis namun megah. Di era ’80-an awal, Lazuardy dijadikan judul untuk album kompilasi yang berisi lagu-lagu terbaik Harry Sabar dari tahun 1979 sampai 1981.

5. KEMARIN DAN HARI INI

Era akhir ’70-an memang surganya musik progressive rock di Indonesia. Setelah Yockie dengan Jurang Pemisah dan Keenan Nasution dengan Negriku Cintaku-nya, Harry Sabar yang juga musisi yang sering nongkrong di Pegangsaan ikut meramaikan suasana progressive rock di Indonesia. Hasilnya adalah satu lagu berjudul Kemarin dan Hari Ini. Harry Sabar dan Debby Nasution adalah aktor utama dibalik lagu yang sangat dahsyat ini. Lagu ini dibuka dengan petikan gitar akustik dari Kesawadjati yang sangat rumit. 2 menit pertama lagu ini bertempo lambat sehingga tak akan ada yang menyangka kalau ini adalah lagu beraliran progressive rock. Namun memasuki menit 3:33, aransemen musik tiba-tiba berubah! Debby Nasution menunjukan keahliannya dalam mengolah Hammond Organ dan synthesizer yang terinspirasi dari permainan Tony Banks. Gebukan drum dari Keenan Nasution yang rumit menambah kesempurnaan aransemen lagu ini. Ketika vokal Harry Sabar kembali masuk menjelang akhir lagu, betotan gitar bas dan iringan mellotron dari Debby serta lengkingan melodi gitar dari Gauri Nasution mengiringi lagu ini hingga selesai. Lagu ini ditutup dengan sempurna oleh seluruh pemain musik di lagu ini dengan rancak dan sempurna. Tidak berlebihan bahwa penulis menobatkan lagu ini sebagai lagu progressive rock terbaik di Indonesia.

SIDE B

6. TERBENCI TAPI…

Sisi B album ini dibuka dengan permainan synthesizer Debby Nasution yang suaranya dimodifikasi layaknya suara alat musik gesek sebelum akhirnya Debby kembali menunjukan kepiawaiannya dalam bermain piano dan mellotron di sepanjang lagu. Fakta unik dari lagu ini adalah syair dan personil yang terlibat di lagu ini tidak tercantum di sampul kasetnya. Alasannya karena lagu ini direkam setelah sampul kaset selesai dicetak oleh pihak percetakan. Jadilah Harry Sabar tidak sempat memasukkan informasi tentang lagu ini ke dalam sampul kaset.

7. KHALWAT JIWA

Di lagu selanjutnya, Harry Sabar berkolaborasi dengan Keenan Nasution dalam penulisan syair maupun aransemen musik. Dahsyatnya lagu ini adalah Keenan memainkan seluruh instrumen yang ada di lagu ini dengan seorang diri! Bebunyian synthesizer di dalam lagu ini sangat penuh, bervariasi, dan terus mengiringi sepanjang lagu. Walaupun lagu ini bertempo lambat, namun tetap memberikan ciri khas musik progressive rock lewat bebunyian synthesizer-nya.

8. SEKIRANYA’….

Lagu yang dibuka dengan petikan gitar akustik ini masih menggunakan formula yang sama dengan lagu sebelumnya, yaitu bertempo lambat namun tetap memberikan ciri khas musik progresif. Lagu Sekiranya’…. menggambarkan tentang lelaki yang sedang mendambakan wanita di dalam bayang-bayangnya. Bayang-bayang tersebut seolah-olah membuat lelaki itu berkata dalam hati “Hmm.. sekiranya kita dapat bertemu” yang pada akhirnya dijadikan judul lagu.

9. DI SEJUK MALAM

Bagi penulis, inilah lagu terbaik yang ada di album Lentera. Lagu ini diaransemen oleh Harry Sabar bersama Candra Darusman yang pada waktu itu terhitung sebagai musisi baru. Bila kita terbiasa mendengar Candra di Chaseiro atau album solonya, pasti kita akan menduga kalau lagu ini akan memiliki aliran yang tak jauh dari jazz atau easy listening pop ala Candra. Tapi nyatanya, dugaan itu salah besar. Lagu ini nyatanya beraliran funk dengan tempo yang cepat, akor mayor 7, dan tak lupa juga petikan gitar bas dari Matise yang sangat nge-funk melengkapi lagu yang underrated ini! Harry Sabar sendiri mengakui bahwa lagu ini merupakan bentuk eksplorasi dari Harry Sabar dan Candra Darusman yang ingin membuat lagu dengan bermacam gaya dan aliran yang beda dari lagu-lagu lain.

10. RESAH

Lagu penutup di album ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Harry Sabar dengan Noor Bersaudara yang beranggotakan Yanti Noor (Istri Chrisye), Nana Noor, dan Rini Noor. Lagu yang diciptakan oleh Harry Sabar, Addie MS, dan Odink Nasution ini menggambarkan keresahan seseorang ketika menanggung rasa rindu. Di sini, penulis akan sedikit mengutip syair yang dahsyat dari lagu ini:

“Semakin ku menjauh bujuk rasa

Semakin tawa seri berkesan di hati Dahsyatnya impi….”

Informasi Album:

  1. Judul     : Lentera
    • Artis       : Harry Sabar
    • Tahun   : 1979
    • Label     : D/D Record
    • Aliran    : Progressive Rock, Progressive Pop, Indonesiana Pop
  • Pencipta lagu: Harry Sabar, kecuali Khalwat Jiwa oleh Keenan Nasution & Harry Sabar; Resah oleh Harry Sabar, Addie MS, Odink Nasution
  • Aransemen Musik: Harry Sabar, bersama:
  • Candra Darusman, pada lagu Di Sejuk Malam
  • Addie MS, pada lagu Lazuardy, Resah
  • Keenan Nasution, pada lagu Khalwat Jiwa
  • Debby Nasution, pada lagu Lentera, Kala Daun Berguguran, Kitaran Warsa, Kemarin dan Hari ini, Terbenci Tapi…, Sekiranya’…
  • Marusya Nainggolan, pada lagu Lentera
  • Pengisi vokal: Harry Sabar, Noor Bersaudara (Vokal latar pada lagu Resah)
  • Pengisi piano/kibor/synthesizer : Candra Darusman, Addie MS, Keenan Nasution, Debby Nasution, Marusya Nainggolan
  • Pengisi bas: Addie MS, Keenan Nasution, Debby Nasution, Odink Nasution, Gauri Nasution, Matise
  • Pengisi gitar: Odink Nasution, Gauri Nasution, Jerry Sudiyanto, Kesawadjati, Matise
  • Pengisi drum: Harry Sabar, Keenan Nasution, Edy

Simak beberapa lagu dari album ini, selamat menikmati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s