In Memoriam Bagoes AA: Jenius yang Terlupakan

Bagoes AA (sumber: liputan6.com)

Minggu sore, 28 Juni 2020, saya dikejutkan oleh status Facebook dari salah satu mantan jurnalis musik senior Dion Momongan yang berbunyi “Selamat jalan temen baik, Bagoes AAryanto II … ( info dr bro Raidy Noor )”. Musisi senior pemilik nama lengkap Bagoes A. Aryanto ini meninggal dunia pada Minggu, 28 Juni 2020 sekitar pukul 16:00 di RS Suyoto, Jakarta Selatan setelah cukup lama mengidap penyakit ginjal dan komplikasi. Ini cukup mengejutkan saya manakala saya masih sempat berbincang singkat dengan Almarhum kurang lebih sekitar satu tahun lalu soal peralatan keyboard (tentunya karena Almarhum merupakan keyboardist legendaris).

Nama Bagoes A Aryanto alias Bagoes AA mungkin terasa kurang familiar di kalangan pendengar musik jaman sekarang mengingat beliau lebih banyak berkarya di belakang layar sebagai produser dan arranger dan seolah hampir “terlupakan” begitu saja. Namun bagi penggemar musik era lampau (khususnya era 80’an) pastilah tidak asing dengan nama Bagoes AA. Saya pribadi mulai mengenal Bagoes AA lewat album kedua almarhum Dian Pramana Poetra berjudul Intermezzo (1984), yang mana di album itu, Bagoes AA bertindak sebagai music director sekaligus keyboardist.

Sejak tahun 1980’an hingga saat ini, Bagoes AA lebih banyak berkarya sebagai produser, music director, dan arranger. Karir bermusiknya dimulai di tahun 1979 saat lagu ciptaannya berjudul Mahajana berhasil masuk dalam kompilasi Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) 1979 dan dinyanyikan oleh Louise Hutauruk. Lagu ini berhasil mendapat peringkat juara keempat dan penghargaan sebagai lirik terbaik. Tentu saja lagu ini pun berhasil mengemuka dan menjadi hits. Selanjutnya, Bagoes AA banyak bertindak sebagai komposer dan music director untuk beberapa penyanyi kenamaan seperti Vina Panduwinata, Dian Pramana Poetra, Fariz RM, Iwan Fals, January Christy, Ruth Sahanaya, dan masih banyak lagi. Karya-karya Bagoes AA yang sempat menjadi hits sepanjang karirnya antara lain Kubawa Kau Serta (Dian Pramana Poetra), Duniaku Tersenyum (Vina Panduwinata), Tersinggung (Ruth Sahanaya), Jangan Tutup Dirimu (Iwan Fals), dan masih banyak lagi.

Album solo pertama Bagoes AA “Ada yang Lain” (Union Artis, 1986) (source: kasetlalu.com)

Pada tahun 1986, Bagoes AA merilis album solo perdananya berjudul Ada yang Lain dibawah label Union Artis. Lagu ini berhasil menghasilkan hits seperti Ada yang Lain, Om Pimpa, Paseban Café yang dinyanyikan Dian Pramana Poetra, dan Intim yang dinyanyikan Fariz RM. Disusul dengan album kedua berjudul Anak Mami yang rilis pada 1990 masih dibawah label Union Artis dan menghasilkan hits berjudul Diary. Nama Bagoes AA sendiri mulai terangkat ketika membentuk grup vokal Kelompok Tiga Suara (K3S) bersama Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun. Grup inipun sukses melahirkan album 171/2 Tahun Keatas (1985), Bohong (1987), dan O … Ya? (1987).  Meskipun tergolong singkat, tapi K3S sukses melejitkan banyak hits yang sampai saat ini masih didengar dan dinyanyikan orang. Pada tahun 1983, Bagoes AA juga sempat membentuk Jakarta Rhythm Section. Sebuah proyek band yang digagas Fariz RM bersama Harry Sabar, Hafil Perdanakusuma, Iwan Majid, dan Bagoes AA sendiri.

Selamat jalan, Bagoes AA!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s