Top 5: Merdi Simanjuntak (Diskoria Selekta)

Merdi Simanjuntak bermain drum di videoklip lagu terbaru Diskoria Selekta berjudul Serenata Jiwa Lara

Merdi Simanjuntak adalah seorang disc jockey (DJ) asal Jakarta yang dikenal luas melalui duo Diskoria Selekta bersama partner-nya, Fadli Aat. Dalam dunia per-discjokey-an ibukota, nama Merdi telah lama dikenal dengan berbagai proyek DJ-nya. Selain Diskoria Selekta, Merdi juga merupakan seorang DJ yang memainkan lagu-lagu R&B slowjams dibawah moniker Asiap Rocky dan tergabung dalam kolektif This Happy Feeling memainkan lagu-lagu Britpop. Kali ini, tim Alunan Nusantara telah merangkum lima lagu Indonesia pilihan Merdi Simanjuntak. Penasaran? Mari kita simak list di bawah ini.

  1. Margie Segers – Naluri (Jazz Samba, Musica Studios 1983)

Pertengahan era 1970’an, perkembangan jazz di Indonesia mulai memasuki ranah komersil dengan hadirnya Hidayat Records, sebuah label jazz asal Bandung milik Bill Firmansjah. Salah satu penyanyi yang diorbitkan di masa awal berdirinya Hidayat Records adalah Margie Segers dengan lagu all-time hit nya berjudul Semua Bisa Bilang. Nama Margie Segers semakin berkabar ketika ia mulai rekaman bersama Ireng Maulana di bawah label Musica Studios. Bersama Ireng Maulana, Margie Segers banyak memainkan lagu-lagu pop jazz yang memadukan unsur musik pop dengan irama smooth jazz, samba, dan bossanova. Salah satu lagu hasil kolaborasi antara Margie Segers dengan Ireng Maulana berjudul Naluri yang terdapat dalam album berjudul Jazz Samba (1983)

2. Rien Djamain – Improvisasi (Volume 2, Musica Studios 1978)

Senada dengan Margie Segers, Rien Djamain juga merupakan penyanyi wanita Indonesia yang turut membentuk musik jazz berada di ranah komersil. Rien Djamain juga memulai karir bernyanyinya di bawah naungan Hidayat Records pada pertengahan era 1970’an. Bahkan, rilisan pertama Hidayat Records adalah album dari Rien Djamain berjudul Api Asmara yang digarap bersama Jack Lesmana dkk. Setelah kontraknya Hidayat Records selesai, Rien Djamain melanjutkan karir bernyanyinya di bawah label Musica Studios. Otomatis, lagu-lagu yang sebelumnya penuh dengan unsur jazz mendadak berubah dengan kehadiran musik pop di dalamnya. Album kedua sekaligus pertama Rien Djamain di Musica Studios berjudul Volume 2 (1978) yang memuat salah satu lagu berjudul Improvisasi.

3. Hutauruk Sisters – Dimanakah Kini (Pop Indonesia Vol. 1, Musica Studios 1979)

Era 1970’an bisa dibilang era di mana format bajakan banyak beredar di industri musik Indonesia. Tidak hanya kaset barat yang dirilis dalam format tidak resmi oleh label Yess atau Monalisa, melainkan tidak sedikit pula musisi Indonesia yang “membajak” lagu barat dengan melodi yang sama persis. Hanya saja, dilakukan pengubahan dengan menggunakan lirik berbahasa Indonesia tentunya. Maklum, di era itu Indonesia belum menerapkan Undang-Undang mengenai Hak Cipta. Salah satu kasusnya bisa kita temukan dalam lagu Dimanakah Kini milik Hutauruk Sisters yang merupakan “adaptasi” dari salah satu hit Bee Gees berjudul Emotions.

4. Lydia Kandou – Denny (Sayang Dibuang Jangan, Musica Studios 1987)

Era 1980’an merupakan tonggak di mana term musik pop kreatif lahir dan mencapai kejayaannya. Pop kreatif ini lahir sebagai bentuk penggabungan musik pop dengan musik jazz, R&B, soul, funk, dan tentu saja disko. Salah satu lagu pop kreatif Indonesia underrated adalah lagu berjudul Denny milik Lydia Kandou. Di awal-awal karirnya, Lydia Kandou cukup banyak menyanyikan lagu-lagu berirama pop dan R&B.

5. Guruh Gipsy – Indonesia Maharddika (S/t, 1977)

Geliat musik progressive rock di Indonesia menemukan klimaksnya ketika Guruh Gipsy hadir di tahun 1977. Perpaduan musik progressive rock dengan musik tradisional Bali merupakan ciri khas Guruh Gipsy. Salah satu lagu monumental Guruh Gipsy adalah Indonesia Maharddika yang berdurasi sekitar 15 menit 40 detik. Lagu ini bisa dibilang unik karena menggabungkan inisial nama personil Guruh Gipsy yang terdiri atas Guruh Soekarno Putra, Chrisye (bass, vokal), Keenan Nasution (drum), Roni Harahap (piano), Abadi Soesman (synthesizer), dan Odink Nasution (gitar) dalam setiap bait liriknya. Hingga saat ini, belum ada lagi band Indonesia yang bisa menyaingi Guruh Gipsy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s