Top 5: John Paul Patton

Alunan Nusantara kembali menghadirkan TOP 5 dari musisi-musisi pilihan kami. Dalam TOP 5 edisi kali ini, kami menghadirkan 5 lagu Indonesia terbaik dari John Paul Patton alias Coki, pembetot gitar bas dan penyanyi dari grup musik keras Kelompok Penerbang Roket. Sebelumnya, Coki juga pernah  terlibat sebagai pemain gitar bas bagi grup musik asal Jakarta, yaitu Elephant Kind. Bersama KPR, Coki membawakan lagu-lagu bernuansa rock 70-an ala AKA, atau Duo Kribo. Bahkan, salah satu rilisan KPR yang berjudul HAAI (2015) berisi lagu-lagu rock dari Panbers yang mereka kemas ulang. Ini adalah upaya dari KPR untuk mengenalkan kembali musik rock Indonesia lawas.

Tim Alunan Nusantara meminta Coki untuk menyebutkan 5 lagu Indonesia terbaik versinya. Kira-kira, apa saja ya 5 lagu Indonesia pilihan dari Coki? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

  1. Duo Kribo – Penari Jalang

Lagu keras dari salah satu duo terbaik di Indonesia ini berjudul Penari Jalang. Hmm.. dari judulnya saja sudah terlintas betapa “liar”-nya lagu ini. Lagu yang diciptakan oleh Achmad Albar dan Ian Antono ini terdapat di album ke-2 Duo Kribo yang rilis pada tahun 1978. Sesuai dengan judulnya, lagu ini menceritakan tentang penampilan seorang penari jalang yang tampil di depan banyak orang. Tidak hanya tentang si penari, lagunya juga menggambarkan bagaimana penonton menikmati penampilan si penari jalang tersebut. Terlihat dari salah satu liriknya yang berbunyi “Urat syaraf semakin menegang, napsu datang pikiran melayang”. Sudah paham kan apa maksudnya? Hehe…

2. AKA – Do What You Like

Indonesia seolah tak pernah kehabisan talenta terbaiknya dalam musik keras. Salah satu yang terbaik adalah AKA. Salah satu lagunya yang berjudul Do What You Like langsung menjadi lagu andalan pada masanya. Riff-riff gitar berat khas hard rock ditambah vokal keras ala Ucok merupakan paduan yang sangat gila bagi musik Indonesia di masa itu. Lagu ini pantas dinobatkan sebagai lagu terbaik dari AKA. Terbukti, lagu ini kelak ditempatkan pada peringkat ke-125 pada “150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa” yang dikurasi oleh salah satu majalah musik ternama di Indonesia. Lagu ini boleh dibandingkan dengan lagu-lagu rock masa kini. Kerasnya boleh diadu!

3. Rhoma Irama & Soneta – Santai

Apa jadinya bila orkes Melayu dipadukan dengan melodi-melodi gitar dan kibor bernuansa funky? Inilah yang dapat pembaca temukan pada lagu Santai dari Rhoma Irama bersama grup musiknya, Soneta. Lagu ini terdapat di album O.M. Soneta vol. 7, yang dirilis pada tahun 1977 di bawah label kenamaan Yukawi Indo Music. Rhoma sendiri menyebut bahwa Santai merupakan lagu bernuansa “dangdut funky”. Perhatikan saja pada irama perkusinya yang bernuansa dangdut, namun suara organ dan gitarnya malah bernuansa funky! Ketika mendengar lagu ini, tentu saja pembaca akan dilema. Apakah akan santai sesuai dengan judul lagunya? Atau bergoyang mengikuti irama musiknya?

4. Benyamin S. – Badminton

Lagu yang satu ini pasti sudah tidak asing di telinga para pembaca. Ya, lagu berjudul Badminton ini selalu menjadi lagu langganan ketika sedang digelar event-event badminton. Lagu ini dipopulerkan oleh seniman asal Jakarta, Benyamin Sueb yang dirilis di album berjudul Cowboy. Ada satu fakta menarik tentang lagu ini, yaitu kesimpangsiuran akan pencipta lagu ini. Di tulisan yang tercantum pada sampul albumnya, pencipta lagu ini adalah Benyamin itu sendiri. Namun, di sisi lain ada yang menyebut bahwa lagu ini merupakan ciptaan seniman asal Jawa Barat, yaitu Koko Koswara atau yang lebih dikenal dengan Mang Koko. Terlepas dari kesimpangsiurannya, lagu ini menggambarkan kerja sama hebat antara dua seniman lintas etnis. Toh, walaupun berbahasa Sunda dan dinyanyikan oleh seniman Betawi, lagu ini bisa dinikmati oleh semua kalangan.

5. Koes Plus – Mobil Tua

Koes Plus yang dikenal dengan lagu-lagu sendunya seolah ingin lepas dari zona nyaman. Hasilnya, album bertajuk In Hard Beat berhasil mereka ciptakan. Terdiri dari 2 volume, album ini berisi lagu-lagu keras ala Koes Plus. Salah satu yang terbaik adalah lagu  berjudul Mobil Tua yang terdapat pada album In Hard Beat vol. 2. Lagu ini tentu sangat berbeda dari lagu-lagu Koes Plus pada umumnya. Permainan drum dari Murry pada lagu ini patut diacungi jempol. Jangan lupakan juga teriakan dari Yok Koeswoyo yang begitu legendaris di lagu ini! Di tahun 2011, lagu ini masuk ke dalam kompilasi Those Shocking Shaking Days yang dirilis oleh Now-Again Records, sebuah label rekaman asal Los Angeles, Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s