Top 5: Rekti Yoewono

Rekti Yoewowo

Rekti Yoewono adalah musisi asal Bandung yang sudah malang melintang di belantika musik Indonesia dan terhitung sangat produktif. Saat ini, Rekti aktif di dua grup musik yang keduanya memiliki jadwal manggung yang cukup padat. Grup musik pertama adalah The S.I.G.I.T yang ia bentuk sejak tahun 2002. Grup musik yang telah memiliki nama yang sangat besar ini sudah menelurkan 5 rilisan. Satu lagi adalah grup musik yang bisa disebut supergrup yaitu Mooner yang personilnya terdiri dari berbagai grup musik kenamaan. Sejauh ini, Mooner telah menelurkan 2 album sejak grup musik ini berdiri di tahun 2015.

Kali ini, tim Alunan Nusantara meminta Rekti untuk memilih 5 lagu Indonesia lawas terbaik versi Rekti. Apa saja ya lagunya? Simak artikel berikut ini.

1. CHRISYE – CITRA HITAM

Lagu ini terdapat di album perdana Chrisye yang berjudul Sabda Alam yang rilis pada tahun 1978. Lagu yang diciptakan serta diaransemen oleh Yockie Suryo Prayogo bersama Chrisye ini menyajikan nuansa yang unik. Nuansa sendu namun dibalut dengan musik progresif yang kuat. Tentu saja nuansa progresif ini disajikan oleh Yockie Suryo Prayogo dan Chrisye sebagai penata musik yang saat itu sedang bereksplorasi dengan musik progresif ala Genesis. Tak lupa juga permainan synthesizer dari Ronnie Harahap dan drum dari Keenan Nasution yang semakin menambah megah lagu ini. Konon katanya, lagu yang syairnya ditulis oleh Junaedi Salat ini menceritakan tentang runtuhnya kedigdayaan Presiden Soekarno di masa akhir jabatannya.

2. LILIS SURYANI – HANTU

Lilis Suryani adalah salah satu penyanyi kenamaan di era 60-an. Penyanyi wanita asal Bandung ini terkenal dengan lagu Gang Kelinci dan lagu legendaris Genjer-Genjer yang dianggap menjadi simbol salah satu partai politik yang telah dilarang di Indonesia. Namun selain 2 lagunya yang fenomenal itu, ada satu lagu bagus yang bisa dijadikan referensi. Lagu ini  berjudul Hantu yang dirilis di tahun 1967. Diiringi oleh Band 4 Nada, lagu ini memiliki nuansa timur tengah yang kental namun dibawakan dengan gaya rock ‘n roll. Hal ini disebabkan karena dunia musik Indonesia saat itu yang masih belum jauh dari era kepopuleran orkes, ditambah dengan masuknya pengaruh-pengaruh dari barat yang pada saat itu masuk bagai tak terbendung.

3. ABBHAMA – ASMARA

Abbhama merupakan grup musik asal kampus seni di Jakarta. Grup musik ini mengusung aliran progresif rock. Ada juga yang menyebut bahwa grup musik ini mengusung aliran Italian Progressive Rock. Idealisme bermusik para mahasiswa ini tertuang dengan jelas lewat lagu-lagunya yang terdapat di album Alam Raya (1978) yang memiliki progresi kord yang rumit. Begitu pula dengan lagu Asmara. Walaupun lagu ini merupakan lagu cinta, tetapi musik yang diusung tetaplah musik progresif, disertai dengan bebunyian synthesizer yang rumit sejak awal lagu. Lirik lagunya pun seolah menggambarkan kisah cinta yang begitu indah lewat pemilihan kata yang puitis dan tepat.

4. PURE SATURDAY – KOSONG

Petikan intro gitarnya membuat pendengar atau penontonnya histeris. Dibalut dengan vokal yang khas dari Kang Suar. Serta tak lupa lantunan syair “pergilah pulang…” yang selalu menjadi lantunan massal para penonton. Inilah, Pure Saturday dengan lagu legendarisnya yang berjudul Kosong. Lagu ini terdapat di album self titled­-nya Pure Saturday yang rilis pada tahun 1996. Grup musik ini dianggap sebagai pelopor band indie di belantika musik Indonesia. Terbukti setelah rilisnya album self titled ini, banyak grup musik independen yang mulai merintis karirnya, terutama di Kota Bandung. Selain itu, lagu ini juga dianggap sebagai pembaharuan bagi musik Indonesia pada saat itu, karena jarang sekali ada band yang membawakan aliran musik brit-pop.

5. SHARK MOVE – HARGA

“Tina….” begitulah lagu ini dibuka. Lagu ini menceritakan tentang wanita bernama Tina yang menarik perhatian banyak lelaki. Dari yang penulis tangkap, lagu ini menceritakan tentang Tina yang terus menerus cari perhatian dan “cari muka” dengan si lelaki yang ada di lagu ini. Tina mengharapkan mendapat perhatian lebih dari lelaki ini. Namun, lelaki ini memberi reaksi dengan tidak membalas apa yang dilakukan Tina. Di akhir lagu, sang penulis lagu menuturkan bahwa Tina hanyalah mencuri waktu-waktu berharga si lelaki ini. Lagu ini dibawakan oleh grup musik Shark Move, grup musik independen pertama di Indonesia. Lagu ini ditulis dan dinyanyikan oleh Yanto Diablo, dan dirilis di album satu-satunya Shark Move yang rilis di tahun 1970.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s