Musik Saya Adalah Saya: Bukti Kejeniusan Yockie Suryoprayogo di Masa Muda

Pertengahan era 1970’an adalah era di mana pop progresif lahir sebagai tonggak revolusi perkembangan musik pop di Indonesia. Salah satu pencetus dari pop progresif di Indonesia adalah Yockie Suryoprayogo. Arsitektur musik pop Indonesia yang telah lebih dulu sukses berkarir dengan supergrup Godbless awal era 1970’an sebelum akhirnya melahirkan mahakarya Badai Pasti Berlalu dan album-album milik Chrisye di era setelahnya. Yockie Suryoprayogo – selain sukses menjadi pelopor pop progresif di Indonesia juga sukses mempelopori lagu-lagu berbahasa Indonesia yang kaya akan makna sastrawi setelah sebelumnya musik Indonesia banyak dihiasi oleh lirik-lirik berbahasa asing (Inggris).

Akhir era 1970’an, tepatnya pada 1979, Yockie Suryoprayogo merilis album berjudul Musik Saya Adalah Saya di bawah label Musica Studios. Kita bisa menebak kalau dari judulnya saja, Musik Saya Adalah Saya adalah bentuk kejeniusan, idealisme, dan totalitas seorang Yockie dalam membuat musik pop yang indah dan megah. Ajaibnya, eksperimen Yockie dalam memproduksi sekaligus mengolah nada-nada dalam album ini dilakukan di usia yang masih relatif sangat muda, 25 tahun!

Tidak mudah memang membuat karya eksperimental berdurasi panjang lebih dari sepuluh menit dengan membagi part berbeda untuk setiap aransemen terlebih di usia yang relatif sangat muda. Tetapi Yockie bisa melakukannya dengan penuh totalitas tanpa batas! Sederet amunisi peralatan piano dan synthesizer yang biasa digunakan Yockie seperti Minimoog, Hammond, dan Farfisa turut menghiasi album ini. Dalam Musik Saya Adalah Saya, Yockie berkolaborasi dengan sederet penyanyi seperti Chrisye, Rafika Duri, Fariz RM, Keenan Nasution, Harvey Malaihollo, Berlian Hutauruk, Achmad Albar, Andi Meriem Mattalatta, Bram, bahkan hingga Sys NS dan Kasino Warkop pun turut mengisi album ini!

Sebuah tembang eksperimental berjudul Theme Song: Musikku Adalah Aku menjadi daya tarik paling utama sekaligus menggambarkan isi dari keseluruhan album. Musikku Adalah Aku menceritakan tentang kegigihan seseorang dalam mempertahankan idealismenya dalam bermusik, serta potret miris seorang musisi yang sudah susah-susah menciptakan sebuah lagu namun hanya dibayar oleh sebungkus rokok. Lagu ini dibuka oleh pembacaan sajak oleh Sys NS lalu disusul oleh vokal sekumpulan penyanyi seperti Chrisye, Rafika Duri, Fariz RM, Harvey, Andi Meriem, Berlian Hutauruk, Bram, serta Yockie sendiri. Satu catatan penting, Musikku Adalah Aku adalah lagu yang merupakan perpaduan antara musik klasik yang menampilkan orkestra dengan musik progressive rock dari bebunyian synthesizer yang dihasilkan Yockie sendiri.

Yockie Suryoprayogo (bermain Rhodes piano) latihan bersama Idris Sardi untuk Musik Saya Adalah Saya, 1979 (foto dok. Denny Sakrie)

Tidak berhenti sampai di situ, album ini kemudian menampilkan Kasino “Warkop” menyanyikan theme song Cinderella yang isinya merupakan sindiran terhadap orang-orang yang kurang mengerti seni hingga para elit politik yang menjadi koruptor. Cukup unik memang pelawak semacam Kasino “Warkop” bisa berkolaborasi dengan musisi sekelas Yockie Suryoprayogo. Memang cara Kasino menyampaikan liriknya tidak bisa terpisahkan dari sifat jenakanya, namun mesti dipahami bahwa pesan yang terkandung dalam lirik gubahan Yockie di lagu Cinderella tidaklah main-main. Di album ini, kita juga bisa menyimak extended version (versi panjang) salah satu hit Chrisye ciptaan Yockie berjudul Angin Malam yang sebelumnya telah lebih dulu rilis sebagai salah satu soundtrack film Badai Pasti Berlalu (1977). Di versi panjang lagu Angin Malam, Yockie mengajak personil Badai Band yang terdiri dari Yockie Suryoprayogo (keyboard/synth), Chrisye (bass/vokal), Roni Harahap (piano), Fariz RM (drum), Keenan Nasution (drum), dan Odink Nasution (guitar) untuk kembali mengaransmen ulang lagu ini dengan tambahan berupa ketukan drum dan raungan gitar yang lebih menghentak.

Selain Angin Malam, ada juga lagu Cakrawala Senja karya Fariz RM yang dinyanyikan Keenan Nasution yang di album ini diaransemen ulang Yockie dengan tidak banyak memberikan pengubahan dari versi asli yang dirilis di album solo Keenan berjudul Di Batas Angan-Angan (1978) yang diaransemen Addie MS dengan sentuhan orkestrasinya. Juga ada lagu Mesin Kota milik Chrisye dalam album debut Yockie & Chrisye berjudul Jurang Pemisah (1977) yang di album ini dinyanyikan Achmad Albar, dan Duka Sang Bahaduri yang pertama dinyanyikan Chrisye di album Sabda Alam (1978). Karena album Musik Saya Adalah Saya bersifat seolah-olah seperti pementasan opera musikal, maka album ini pun diakhiri dengan lagu Akhir Sebuah Opera karya Fariz RM bersama Vokal Grup SMA III Jakarta yang pertama rilis dalam debut perdana Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors 1977, kemudian di album ini dinyanyikan oleh semua penyanyi yang terlibat dan diaransemen Badai Band.

Yockie Suryoprayogo mementaskan Musik Saya Adalah Saya di Balai Sidang Senayan, Jakarta 1979 (foto dok. Denny Sakrie)

Musik Saya Adalah Saya adalah sejarah penting yang pernah ditorehkan seorang Yockie Suryoprayogo di usianya yang baru menginjak 25 tahun terhadap industri musik Indonesia. Semua karya dalam album ini dapat terdengar secara nyata dibuat sedemikian rupa dengan idealisme Yockie Suryoprayogo yang tidak main-main. Hingga hari ini, 40 tahun berlalu, keseluruhan lagu dalam Musik Saya Adalah Saya masih tetap menakjubkan dan cukup bikin merinding apabila didengarkan. Hingga kini, belum ada album Indonesia yang bisa menyamai Musik Saya Adalah Saya, terlebih dari sisi idealisme. Bagi Anda penggemar progressive rock, boleh saja lagu ini mengingatkan Anda terhadap Journey to the Center of the Earth – sebuah mahakarya dari supergrup Yes asal United Kingdom dengan Rick Wakeman sebagai leader-nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s