Top 5: Saleh Husein

Saleh Husein alias Ale adalah gitaris asal Jakarta yang tergabung dalam dua band independen sekaligus: The Adams serta White Shoes & The Couples Company. Meskipun sama-sama tumbuh besar dan berkembang di Institut Kesenian Jakarta dan menjadi pioneer dari skena musik independen di Indonesia, kedua band Ale ini berbanding terbalik dari segi musik. The Adams lebih condong ke britpop dan rock, sedangkan White Shoes & The Couples Company berkiblat ke retro pop yang mengusung tema musik 60 dan 70’an. Karena kehidupan bermusiknya yang amat lekat dengan musik era nostalgia, berikut Alunan Nusantara telah merangkum top 5 lagu Indonesia pilihan Saleh Husein:

  • Orkes Kelana Ria – Ratapan Anak Tiri (Ya Mahmud/Irama Records, 1963)

Memasuki era 1960’an, sebagai akibat dari pelarangan akan konsumsi musik barat, “kecintaan” akan “musik produk lokal” ditandai dengan masuknya musik pop melayu lewat sekumpulan kelompok musik berbentuk orkes. Salah satu orkes yang cukup populer dan menarik perhatian di era itu adalah Orkes Kelana Ria. Salah satu lagu Orkes Kelana Ria berjudul “Ratapan Anak Tiri” menceritakan tentang seorang anak yang ditinggal Ibu kandungnya untuk selamanya, lalu sang ayah menikah lagi dan sang anak diasuh oleh Ibu tirinya yang punya kelakuan jahat (hey! ini terdengar familiar di sinetron televisi era masa kini!). Namun, alih-alih membawa aransemen musik sendu, lagu “Ratapan Anak Tiri” ini malah punya groove yang cukup asik dan membuat badan kita seolah-olah ingin bergerak mengikuti irama musik.

  • Orkes Sinar Kemala & A. Kadir – Penganten Baru (Self Titled/Lokananta, 1950’s)

Sebuah lagu tentang harapan yang dipanjatkan terhadap sepasang pria dan wanita yang baru saja melangsungkan pernikahan. Dibalut dengan musik melayu yang sederhana namun tetap tidak terdengar ‘basi’ sampai sekarang. Jenius!

  • Orkes Sinar Kemala & A. Kadir – Suara Jiwaku (Kisah Dunia/Lokananta, 1950’s)

Mungkin sekilas ketika mendengarkannya, Anda mungkin akan mengira ini adalah Rhoma Irama. Dari segi cengkok, melodi, sampai irama lagu memang identik dengan Soneta Group, tapi ini adalah sebuah lagu dari Orkes Sinar Kemala bersama A. Kadir yang rilis jauh sebelum Rhoma Irama memulai karir panjangnya. Tapi mungkin kita boleh beranggapan bahwa akar musik Rhoma Irama berawal dari sini, atau bisa jadi terinspirasi dari lagu ini.

  • Elly Kasim – Bunga Serodja (Elly Kasim dengan Gajanja Jang Tersendiri/Irama, 1966)

Mungkin ini adalah salah satu lagu pop melayu era 60’an yang sampai saat ini masih banyak didengar dan dinyanyikan orang. Bahkan sebagian generasi muda masih ada yang mengetahui lagu ini. Salut bagi orang-orang yang masih peduli lagu seperti ini!

  • Munif dan Orkesnja – Naghm El Uns (Nada dan Do’a/Diamond, 1960’s)

Siapa yang punya ekspektasi kalau musik Arab dengan lirik bahasa Arab dipadukan dengan musik disko dan funk? Mungkin tidak pernah. Tapi lagu “Naghm El Uns” dari Munif dan Orkesnja berkata demikian. Lagu ini memang out of the box. Lagu ini seolah menggabungkan unsur “dunia” lewat balutan aransemen musik disko dan funk dan “akhirat” lewat melodi serta liriknya. Bayangkan seandainya ada musisi zaman sekarang yang menggunakan trik seperti ini di lagunya, akan bagaimana jadinya, ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s