W.R. Soepratman dan Rahasia yang Tak Banyak Diketahui Orang

Wage Rudolf Soepratman (source: Google)

9 Maret, boleh jadi merupakan tanggal emas bagi insan musik di Indonesia. Di satu sisi, 9 Maret merupakan peringatan Hari Musik Nasional yang resmi diperingati sejak 2013. Jauh sebelum itu, 9 Maret merupakan hari lahir komponis Wage Rudolf Soepratman. Ya, W.R. Soepratman yang kondang sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya ini lahir pada 9 Maret 1903 di Purworejo.

Wage Rudolf Soepratman telah memiliki ketertarikan dalam dunia musik sejak usia belia. Pada 1914, kapal Van Der Wijk mengarungi samudera dari Batavia (sekarang Jakarta) menuju Makassar. Dalam kapal itu, Soepratman bersama kakaknya, Roekijem Soepratijah dan kakak iparnya, WM van Eldik. Dalam perjalanan, sang kakak ipar WM van Eldik menunjukkan kebolehannya dalam bermain biola. Soepratman pun terpesona dengan permainan biola kakak iparnya itu. Dari sinilah Soepratman mulai jatuh cinta kepada musik.

Bersamaan pada era 1910-1920’an, musik jazz tengah memulai trennya di kancah internasional dengan menghadirkan swing yang kelak diketahui sebagai root dari musik jazz. Pada masa itu, swing jazz lazim digunakan sebagai musik untuk berdansa kalangan masyarakat kelas atas. Dan tahukah kalian bahwa dibalik nama besar W.R. Soepratman sebagai pencipta lagu kebangsaan negeri kita tercinta, beliau pernah berkarir sebagai musisi jazz? Pada 1920, Wage Rudolf Soepratman pernah mendirikan band beraliran jazz bernama Black and White Jazz Band. Kelompok ini terbentuk di Makassar dan terdiri dari enam orang, dua diantaranya adalah Van Eldik dan Soepratman sendiri. Melihat adik iparnya memiliki bakat besar dalam bermusik, maka Van Eldik pun mengajak Soepratman untuk bergabung mendirikan band ini.

Black and White Jazz Band (source: alinea.id)

Black and White Jazz Band sendiri merupakan band yang personilnya terdiri dari pemain Bumiputera dan Eropa. Black and White Jazz Band terdiri dari satu orang pemain gitar, satu pemain banjo, satu pemain ukulele, satu pemain drum, serta dua orang pemain alat gesek (biola) yang tak lain adalah WM van Eldik bersama W.R. Soepratman. Van Eldik memainkan celo sedangkan Soepratman memainkan biola. Menurut Bambang Sularto dalam buku Wage Rudolf Soepratman, nama Black and White Jazz Band melambangkan kerja sama atau hubungan akrab antara yang bule dan sawo matang. Band ini digembleng terlebih dahulu oleh Van Eldik. Dia memberikan pendidikan praktis, dan latihan intensif beberapa bulan. Terutama mengenai cara penyajian irama jazz yang bermutu.

Setelah beberapa kali melakukan latihan, Black and White Jazz Band akhirnya menunjukkan keberaniannya untuk tampil dihadapan publik. Mereka lantas menggelar konser kecil-kecilan di Kompleks militer Belanda progresif bernama Kees yang diberi nama “Malam Musik Jazz”. Saat itulah W.R. Soepratman pertama kali tampil di hadapan publik. Dari perhelatan sederhana ini, kemudian Black and White Jazz Band mendapat tawaran untuk bermain di gedung balai kota, rumah para pejabat tinggi, dan di Societit Makassar.

Karena berbagai tawaran inilah, Black and White Jazz Band mendapat jam terbang yang tinggi dan dengan sekejap menjadi band populer di era itu. Permainan biola W.R. Soepratman sangat mengesankan, gesekan biolanya sangat digemari oleh kaum dansa di era itu. Oleh karenanya, Soepratman sangat dihargai oleh orang-orang Belanda dan menjadi andalan hiburan mereka.

Pada 1924, Black and White Jazz Band bubar dikarenakan kesibukan anggota masing-masing. Setelah ini, Wage Rudolf Soepratman mulai mendalami pekerjaan seperti jurutulis (wartawan) dan guru pembantu. Soepratman pun dikabarkan mulai mendalami ilmu politik. Pada 1925, ia memulai karirnya sebagai wartawan di harian Sin Po. Barulah, tiga tahun kemudian ia mulai menapaki masa keemasannya dengan menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang pertama kali dikumandangkan dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Saat itu, beliau mengumandangkan Indonesia Raya lewat alunan biolanya. Dan sejak inilah, setiap tanggal 28 Oktober kita memperingatinya sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Beberapa tahun belakangan, muncul rumor yang mengatakan bahwa lagu kebangsaan negeri ini adalah jiplakan dari salah satu lagu inlander berjudul Lekka Lekka. Terlepas dari pro dan kontra yang tertuju, rasanya kurang etis dan ini bisa berpotensi melecehkan lagu kebangsaan negeri sendiri. Sekedar informasi, lagu Indonesia Raya sendiri dalam versi aslinya dibagi menjadi tiga stanza. Versi asli dari Indonesia Raya lebih panjang dan berbeda dari Indonesia Raya yang sering kita kumandangkan setiap kali melaksanakan upacara.

Lirik lagu Indonesia Raya 3 Stanza (source: netralnews.com)

Dibalik nama besar W.R. Soepratman sebagai pencipta Indonesia Raya, satu hal yang mungkin juga belum banyak diketahui banyak orang adalah beliau menciptakan beberapa lagu diantaranya adalah yang sering kita nyanyikan dan mungkin juga tanpa kalian sadari. Seperti Ibu Kita Kartini, misalnya. Selain itu juga ada Bendera Kita Merah Putih, Indonesia Ibuku, Bangunlah Hai Kawan, Mars Parindra, Mars Surya Wirawan, Matahari Terbit, Mars KBI (Kepanduan Indonesia), dan Di Timur Matahari. Total berjumlah sepuluh lagu yang telah diciptakan W.R. Soepratman semasa hidupnya. Dan ini berlangsung dalam kurun waktu 1928 hingga 1931. Atau lebih tepatnya setelah Black and White Jazz Band bubar.

Dengan keterlibatan W.R. Soepratman dalam membentuk grup Black and White Jazz Band paruh awal era 20’an, maka jelas sudah darimana akar jazz di Indonesia ini berasal. Jika kita menganggap bahwa Jack Lesmana, Bubi Chen, dan kawan-kawan adalah founding fathers dari jazz di Indonesia, nampaknya kita salah. Justru Bapak bangsa kita-lah, Wage Rudolf Soepratman, yang pertama kali mempopulerkan jazz di Indonesia pada saat Nusantara masih merupakan wilayah jajahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s