Top 5: Bilal Indrajaya

Bilal Indrajaya adalah solois asal Jakarta yang banyak menarik perhatian anak-anak muda. Kehadirannya dianggap membawa angin segar dunia musik Indonesia, khususnya di skena independen. Bilal pertama kali debut dengan single “Biar” yang langsung mencuri perhatian para pengamat musik. Di akhir tahun 2019, tepatnya pada bulan November 2019, Bilal merilis EP perdananya yang berjudul “Purnama”.  Album ini langsung mencuri perhatian dan membuat nama Bilal semakin melambung.

Tim Alunan Nusantara meminta Bilal untuk memilih 5 album Indonesia lawas terbaik versi Bilal. Apa saja albumnya? Simak artikel berikut ini.

  1. To The So Called The Guilties – Koes Bersaudara (1967)
Sampul album To The So Called The Guilties – Koes Bersaudara

Salah satu album terbaik yang pernah dirilis Koes Bersaudara. Jika diamati lebih dalam, album ini tidak hanya sekadar sebuah album musik. Tetapi, di dalamnya terdapat sebuah perlawanan dan sindiran-sindiran atas apa yang terjadi pada saat itu. Beberapa lagu seperti “Di Dalam Bui”, dan “To The So Called The Guilties” yang menggambarkan proses hukum yang mereka alami, serta “Poor Clown” yang menyindir pimpinan negara saat itu. Album ini dirilis di tahun 1967, tahun-tahun dimana Koes Bersaudara masih meledak-ledak dengan idealisme yang mereka miliki.

2. Terbaik Terbaik – Dewa 19 (1995)

Sampul album Terbaik Terbaik – Dewa 19

Sesuai judulnya, album ini memang yang terbaik! Bagi penggemar berat Dewa 19, album ini adalah santapan wajib. Isi dari album ini memang ciamik! Mulai dari aliran musik yang beragam (pop, rock, new wave), hingga pemilihan diksi kata yang cukup jarang dijadikan lirik lagu pada saat itu. Album ini menandai keidealismean dari Dewa 19, karena industri musik Indonesia saat itu sedang marak dengan aliran pop boyband dan slow rock yang memang sedang jaya-jayanya.

3. Badai Pasti Berlalu – Erros Djarot, Chrisye, Yockie, dkk. (1977)

Sampul album Badai Pasti Berlalu

Tak bisa berkata banyak dengan album ini. Jika penulis boleh memberi satu kata album ini, penulis akan berkata “Gila!”. “Badai Pasti Berlalu” dirilis di tahun 1977 yang pada saat itu aliran musik Pop Melayu sedang kencang-kencangnya. Pada album ini, Erros dkk. ingin mencoba berbeda dari album musik kebanyakan. Hasilnya, unsur progresif rock serta musik pop ala Indonesia dipadukan di dalam album ini. Sempat dipandang sebelah mata, album ini kelak menjadi angin segar di dunia musik Indonesia. Erros dkk. memberi warna baru bagi musik Indonesia lewat album ini. Aransemen megah hingga pemilihan kosakata untuk lirik yang jarang dipakai pada saat itu menjadi sesuatu yang memukul grup-grup musik beraliran “pop memble”. Kelak, album ini dianggap sebagai “Pop Indonesia” yang sebenarnya. Setelah dirilisnya album tersebut, pengaruhnya sangat luar biasa. Banyak musisi, grup musik pop sampai rock membawakan lagu-lagunya dengan aransemen a la “Badai”. Perlu diakui bahwa album ini membawa musik Indonesia ke derajat yang lebih tinggi.

4. Dheg Dheg Plas – Koes Plus (1969)

Sampul Album Dheg Dheg Plas – Koes Plus

Keluarnya salah satu personil Koes Bersaudara tidak membuat nama Koes menjadi pudar. Setelah masuknya personil pengganti baru, nama Koes berubah menjadi Koes Plus (baca:tambahan). Bergabungnya Kasmuri (Murry) justru semakin membuat nama Koes Plus melambung! Di tahun pertamanya grup ini bernama Koes Plus, grup ini merilis album berjudul “Dheg Dheg Plas”. Sebuah album komplit dengan berbagai macam aliran musik di dalamnya. Ada pop, ada pula rock, sampai yang mendayu-dayu. Album perdana sebagai nama Koes Plus ini kelak sebagai penanda akan dibawa kemana arahnya grup musik ini, serta menjadi percontohan bagi grup musik baru yang ingin membuat album. Di tahun-tahun itu sampai tahun-tahun berikutnya, semua grup musik baru berpatok kepada Koes Plus.

5. Pancaran Sinar Petromak – OM PSP (1979)

Sampul Album OM PSP

Pencetus aliran dangdut humor di Indonesia, siapa lagi kalau bukan Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks atau OM PSP. Album perdananya yang bertajuk “Pancaran Sinar Petromaks” dengan sampul legendarisnya yang berwarna hijau dan menampilkan gambar petromaks menjadi sesuatu yang legendaris dan berkesan hingga saat ini. Album ini berisi lagi-lagu guyon dengan iringan musik orkes ala Melayu. Sebut saja hits “Kidung” dan “Fatimah” yang legendaris itu sukses membuat pendengarnya tertawa! Lewat album perdananya ini, OM PSP memperkenalkan aliran musik baru di Indonesia yaitu dangdut humor. Aliran ini juga menjadi sebuah sesuatu yang segar bagi pendengar musik di Indonesia khususnya anak muda dan mahasiswa. Di tahun 2007, album ini dinobatkan sebagai album terbaik ke-129 dalam “150 Album Terbaik Indonesia Sepanjang Masa” yang dikurasi oleh salah satu majalah musik ternama di Indonesia.

Selamat menikmati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s