Top 5: Oom Leo (Goodnight Electric)

Oom Leo

Narpati Awangga atau lebih dikenal dengan panggilan Oom Leo adalah personil dari trio electronica/dance Goodnight Electric. Trio ini pernah mengalami masa kejayaannya dengan merajai pensi-pensi di Jakarta pada era 2000-an lalu. Belasan tahun berlalu, nama Oom Leo belakangan tiba-tiba naik berkat program karaoke yang menghadirkan lagu-lagu pop Indonesia mainstream yang kerap menjadi soundtrack anak-anak muda dibawah moniker Oomleo Berkaraoke. Program karaoke yang digagas pria asal Yogyakarta ini sukses mendapat antusias anak-anak muda di skena indie terutama di Jakarta. Berikut Alunan Nusantara telah merangkum Top 5 Lagu Indonesia Pilihan Oom Leo:

  • Hanya Semalam Nina Kirana
Piringan Hitam Hanja Semalam
Sumber: Iramanusantara.org

Era Presiden Soekarno alias era Orde Lama adalah masa-masa di mana musik-musik laidback seperti jazz ballad mulai diperkenalkan ke publik melalui format piringan hitam yang kini mulai ngetren lagi. Sebut saja Bubi Chen ataupun Jack Lesmana – godfather musik jazz Indonesia yang sukses memperkenalkan berbagai macam jenis musik jazz kepada masyarakat Indonesia. Dan jangan pula lupakan pelarangan keras terhadap adaptasi budaya barat sehingga membuat lagu-lagu era itu dibuat dengan lirik penuh berbahasa Indonesia. Bahkan, lengkap dengan EYD! Lagu “Hanya Semalam” ciptaan Ismail Marzuki adalah contoh dari lagu jazz ballad yang sukses dibawakan dengan lirik berbahasa Indonesia yang bahkan tak lazim dipergunakan di era-era selanjutnya. Tidak percaya? Silakan simak potongan lirik seperti “Aduhai kemala puspa sari / Tega nian aku begini / Dilamun gelombang rona mimpi / Merana mengayun menyepi”.

  • Persembahanku – Rafika Duri (Bossanova Indonesia / Musica Studios 1982)
Sampul Album Rafika Duri – Bossanova Indonesia

Memasuki era 1980’an, ranah musik pop Indonesia mulai diberi variasi berupa penggabungan sejumlah jenis musik oleh beberapa musisi era itu. Salah satu yang paling berhasil dan cukup laku adalah variasi yang menggabungkan musik pop dengan jazz di mana penyanyi seperti Rien Djamain, Ermy Kullit, ataupun Candra Darusman berperan andil dalam pembentukan jenis musik ini. Salah satu lagu bercorak pop jazz di awal era 80’an adalah “Persembahanku” yang dinyanyikan Rafika Duri. Lagu yang terdapat dalam album solo Rafika Duri berjudul “Bossanova Indonesia” (1982) ini menghadirkan rhythm berupa slow bossanova yang ditambah empuk dengan kehalusan suara Rafika Duri. Ireng Maulana adalah otak dibalik musik bossanova yang ditembangkan Rafika Duri di album solonya tersebut.

  • Pet Pot Ling Tung – OM Pengantar Minum Racun (Bibir Kuda / MSC Records)
Sampul Album OM PMR – Bibir Kuda

Era musik populer Indonesia 1970’an sebelum Yockie Suryoprayogo cs. datang membawa perubahan besar pada sentuhan musik pop Indonesia, musik populer Indonesia didominasi oleh musik-musik yang dianggap “sampah” dan “kampungan” di era itu. Dan konsumennya pula adalah orang-orang kelas bawah seperti pembantu rumah tangga. Sedang anak muda saat itu masih mengagung-angungkan musik-musik barat. Musik yang dianggap “kampungan” era itu adalah musik pop melayu alias dangdut. Orkes Moral Pengantar Mincum Racun (OM PMR) pimpinan Jhonny Iskandar adalah grup yang sukses mempelopori musik orkes melayu paruh era 70’an. Salah satu tembang mereka berjudul “Pet Pot Ling Tung” memiliki muatan lirik yang masih sangat relevan di era kehidupan sekarang. Siapa yang menyangka kalau musik orkes yang dianggap kampungan di era 70’an dulu malah menuai antusias dari banyak anak muda di era sekarang? Terbukti ketika OM PMR manggung di sejumlah hajatan beberapa waktu kemarin sukses mengundang antusias anak muda lengkap dengan minuman beralkohol sebagai starter-pack.

  • Semurni Kasih – Dian Pramana Poetra (Indonesian Jazz Vocal / Jackson Records 1983)
Sampul Album Dian Pramana Poetra – Indonesia Jazz Vocal

Kemampuan Dian Pramana Poetra dalam menyanyikan lagu-lagu jazz memang sudah tak perlu diragukan lagi. Suara Dian yang sangat empuk dan halus memang cocok membawakan lagu-lagu vocal jazz, terutama jazz ballad. Lagu “Semurni Kasih” merupakan bukti otentik bahwa suara Dian Pramana Poetra memang sudah sepantasnya berjodoh dengan jazz ballad. Nampaknya memang berkata demikian. Lagu-lagu bernuansa jazz ballad seolah menjadi trademark dari seorang Dian Pramana Poetra. Terbukti ketika Dian mengulang format musik seperti ini di lagu “Paseban Cafe” beberapa tahun setelahnya, lagu tersebut banyak disukai orang sampai sekarang.

  • Kamu – Tito Soemarsono (Kamu / Union Artis 1985)
Sampul Album Tito Soemarsono – Kamu

Sebagian orang mengatakan bahwa lagu di era 1980’an adalah yang paling sukses memanggil kembali memori masa lalu mereka. Aransemen musik yang khas era itu serta suara penyanyi yang unik (bahkan sekarang dianggapnya kuno) berhasil membuat banyak orang bernostalgia sembari mengenang masa lalu mereka. Lagu “Kamu” dari Tito Soemarsono adalah contoh lagu era 80’an yang berhasil membangkitkan memori banyak orang yang mengalami masa muda yang indah di era 80’an.

Top 5 dari Oom Leo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s