Top 5 – Kuya (The Panturas)

Top 5 merupakan rangkuman 5 lagu pilihan/ favorit dari ribuan bahkan jutaan lagu yang pernah didengar oleh seseorang yang telah kami pilih. 5 lagu yang kami sajikan hanya berisikan lagu-lagu Indonesia dari lintas genre bahkan lintas zaman! Penasaran kan lagu Indonesia favorit dari orang-orang yang telah kita pilih?

Nah, untuk episode ke -2 ini kita bakal disajikan top 5 dari salah satu personil The Panturas, yaitu Kuya yang mengambil alih sebagai penabuh drum. The Panturas merupakan grup band beraliran surf-rock, aliran yang cukup tenar di negara-negara Barat, terlebih di Amerika Serikat. Nama The Panturas sendiri terinspirasi dari nama band surf-rock ‘The Ventures’ yang akhirnya diplesetkan menjadi Panturas agar terlihat lebih ‘lokal’. Band yang beranggotakan Abyan (vokal & gitar), Rizal (gitar), Kuya (drum), dan Gogon (bass) ini dibentuk penghujung tahun 2015 di Jatinangor-Bandung. Dalam bermusik mereka terpengaruh oleh musik-musik dari Dick Dale, The Ventures, Eka Sapta, dan The Tielman Brothers.

Penasarankan lagu kaya gimana yang disukai sama seorang penabuh drum disebuah band beraliran surf-rock? Berikut lagu 5 Indonesia pilihan Kuya The Panturas :

45cat

1.       The Tielman Brothers – Marabunta

Ini adalah harta karun yang saya temukan dari sebuah kompilasi berjudul Java-Java Indonesia Screaming Fuzz vol 1. Lagu ini mugkin salah satu lagu yang membuat saya mantap untuk membuat The Panturas. Lick-lick gitar liar  Andy Tielman dan hentakan drum Loulou Tielman yang enerjik membuat saya menahbiskan lagu instrumental terbaik yang pernah dibuat kolektif Indo-rock ini. Lagu ciptaan Andy Tielman ini dirilis Oktober tahun 1965 oleh Ariola Record dalam bentuk vinyl 7″/Singel di Belanda, dalam singel ini juga terdapat lagu berjudul ‘Maria’. Lagu Marabunta juga masuk dalam album kompilasi ‘Java-Java – Indonesia Screaming Fuzz – Vol 1’ yang dirilis tahun 2010 oleh Nosmoke. The Tielman Brothers sendiri merupakan grup band tertua asal Indonesia yang beranggotakan Andy, Reggy, Ponthon dan Loulou.

2.       Tom & Dick – Kau Harapanku

Saya adalah penggemar Eka Sapta. Bagi saya, musik-musik yang mereka bawakan sangat asik.Kalau punya mesin waktu, saya ingin lompat ke tahun ini supaya bisa melihat bagaimana mereka melakukan proses kreatif. Kali ini mereka bekerjasama dengan Tom & Dick, duo vokal pria dengan harmonisasi yang apik dan menyenangkan. Seperti Jan & Dean era Surf City di tahun 60an. Keduanya punya konsep dan harmoni vokal yang mengesankan . Sebenarnya lagu ini cukup sederhana, tapi saya tak pernah bosan mendengarkannya. Lagu ciptaan Ireng ini, terdapat di album Tom & Dick bertajuk ‘Hati Rindu’ dirilis tahun 1963 oleh Bali Record dengan iringan band Eka Sapta.

 3.       The Rollies – Menari A Go Go

Salah satu lagu Indonesia paling danceable dan enerjik yang pernah saya dengar.Lagu ini adalah lagu yang dibuat di masa sebelum Gito masuk di tahun 1968. Lagu yang mengingatkan saya pada beat-beat enerjik James Brown dan Wayne Cochran. Mari bergembira, menari a go go! The Rollies sendiri merupakan grup band jazz rock, pop, soul funk asal Indonesia yang dibentuk di Bandung pada tahun 1967, lagu ini berada di album pertama mereka bertajuk ‘Dari Bandong Indonesia’ yang dirilis oleh Olympic Record tahun 1967 di Singapura, kurang lebih setelah tiga bulan band mereka terbentuk.

 4.       Dodo Zakaria ft Utha Likumahuwa – Akira

Ada satu masa saya mengulang lagu ini puluhan kali dalam sehari saking sukanya. Masih bertanya-tanya siapakah sosok Akira dalam album Malisa ini.  Di lagu ini, Utha menyanyikannya dengan sangat indah terutama di bagian chorus. Sekali dengar langsung nempel. Pokoknya tiada yang lain selain Akira! Di album ini Dodo Zakaria menggandeng beberapa panyanyi beken untuk terlibat dalam albumnya, diantaranya Vina Panduwinata, Nicky Astria, Dian Pramana Poetra, Utha Likumahuwa, Achmad Albar dan Noor Bersaudara. Dan hebatnya hampir seluruh lagu dialbum ini menjadi hits pada saat itu, sebut saja lagu seperti Akira, Kandas, Putus Saja,Gadis Kepang Dua, namun untuk penjualan album ini kurang laris dipasaran. Album bertajuk Malissa ini dirilis tahun 1986 oleh Aquarius Musikindo, selain memproduseri sendiri albumnya Dodo Zakaria juga berperan sebagai music director/penata musik.

5.       Chaseiro – Gemilang

Di negara ini, belum ada yang bisa membawakan nuansa musik latin/brazilia semantap Candra Darusman dan Chaseiro. Gemilang jadi salah satu bukti dari perkataan saya tadi. Part paling favorit dalam lagu ini adalah ketika Candra tiba-tiba mengubah suasana di pertengahan lagu. Pernah suatu hari saya menonton langsung lagu ini dibawakan di Swara Gembira tahun lalu. Sumpah pengen nangis, keren banget! Lagu instrumen ciptaan Candra Darusman ini terdapat dialbum perdana Chaseiro berjudul Pemuda, dirilis tahun 1979 oleh Musica Studio’s. Album ini bisa dibilang salah satu album Chaseiro yang tidak akan pernah basi jika kamu dengarkan, bahkan sampai saat ini! Coba aja deh dengerin!

Nah itu dia top 5 episode ke-2 dari Alunan Nusantara, penasaran top 5 siapa lagi yang bakal kita ulas dan bagikan? Tunggu di Top 5 Selanjutnya! Sampai bersua kembali yaa.

Oiya buat kalian yang mau denger top 5 dari Kuya (The Panturas), bisa mampir di mixtape kita ya!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s